1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer>

Perpanjang Nota Kesepahaman MA RI-MA Sudan, Ketua MA RI Lakukan Kunjungan ke Sudan

Ditulis oleh Ibal 11 Juni 2015

Perpanjang Nota Kesepahaman MA RI-MA Sudan, Ketua MA RI Lakukan Kunjungan ke Sudan


(Delegasi MA RI dalam berbagai sesi di MA Republik Sudan)

Khartoum | badilag.net

Kamis, 4 Juni 2015, Ketua Mahkamah Agung RI, Prof. Dr. H.M. Hatta Ali, S.H., M.H. melakukan kunjungan resmi ke Sudan dalam rangka memenuhi undangan Ketua Mahkamah Agung Republik Sudan, Prof. Dr. Haedar Ahmad Dafallah yang sebelumnya telah berkunjung ke Indonesia pada tahun 2013.

Dalam kunjungan kali ini, Ketua MA Ri didampingi sejumlah pejabat MA RI yang terdiri dari Wakil Ketua MA RI Bidang Non Yudisial, H. Suwardi, S.H., M.H., Ketua Kamar Peradilan Agama, Prof. Dr. H. Abdul Manan, S.H., S.Ip., M.Hum, Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama MA RI, Drs. H. Abdul Manaf, S.H., M.H., Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama MA RI, Dr. Hasbi Hasan, Hakim PA Cibinong, Dr. Nasich Salam S., Lc., LLM dan Kepala Bagian Umum Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama MA RI, Aref Gunawansyah, S.H., M.H.  pada 1 Juni 2015 di ruang kerjanya.

“Kunjungan kami dan Delegasi MA RI ke Sudan dalam rangka memenuhi undangan YM Ketua MA Sudan yang telah disampaikan sejak tahun 2013 namun baru bisa terlaksana saat ini, sekaligus untuk memperkuat kerjasama peradilan bagi kedua belah pihak yang telah berjalan dengan memperpanjang Nota Kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani sejak tanggal 17 November 2011 dan telah berakhir pada tanggal 17 November 2014 yang lalu’, demikian papar Ketua MA RI ketika melakukan courtesy call ke ketua MA Sudan.

Kunjungan yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 3-6 Juni 2015 tersebut dimanfaatkan dengan berbagai kegiatan yang cukup padat dari sejak kedatangan sampai kepulangan.

Di antara program-program yang sudah disiapkan pihak Sudan adalah joint meeting tentang sistem peradilan di kedua negara Indonesia dan Sudan berikut peluang-peluang kerjasamanya, Review kerjasama peradilan selama beberapa tahun terakhir dan Penandatanganan perpanjangan Nota Kesepahaman (MoU).


(Delegasi MA RI diterima Menteri Kehakiman Sudan dan Overview tentang Islamic Economic Practice di Sudan)

Selain itu, dijadwalkan beberapa kegiatan lain seperti General Studium oleh Ketua MA RI dihadapan para hakim agung dan hakim tingkat banding Sudan tentang Peradilan dan cetak biru Mamkamah Agung RI, Overview Perbankan dan Ekonomi Syariah Sudan oleh Bank Sentral Sudan, Kunjungan-Kunjungan ke berberapa pengadilan termasuk Courtesy Call ke Ketua DPR Sudan, Prof. Dr. Ibrahim Ahmad Umar dan Presidan Sudan, Jenderal Omar Hasan Ahmad El Basyir serta pertemuan dengan masyarakat Indonesia di Sudan.

Poin-Poin Positif Peradilan Sudan

Tercatat ada beberapa hal mengagumkan dari Sudan, khususnya di bidang yudisial, yang layak untuk dijadikan perhatian oleh MA RI dan badan peradilan di bawahnya. Tiga hal tersebut adalah berkaitan dengan praktik ekonomi syariah. Meski tergolong negara berkembang, Sudan ternyata menjadi negara pelopor ekonomi syariah. Tak tanggung-tanggung, saat ini praktek kegiatan ekonomi di Sudan baik sektor perbankan maupun keuangan lain mengacu pada ekonomi syariah. Bank Sentral Sudan pun secara resmi telah menganut sistem ini.

Dari segi pranata hukum, Sudan telah memiliki perangkat hukum yang relatif lengkap untuk menyelesaikan sengketa ekonomi syariah diantaranya adalah hukum materiil dengan Undang-Undang Perdata Tahun 1984 dan Undang-Undang Hukum Acara tahun 1983.


(Delegasi MA RI diterima Ketua DPR Republik Sudan dan Presiden Sudan)

Selain itu, Dunia peradilan Sudan memiliki keunggulan di bidang independensi hakim. Di negara yang bertetangga dengan Mesir itu, hakim dikondisikan supaya terbebas dari pelbagai intervensi. Oleh karena itu berbagai kode etik telah ditegakkan Mahkamah Agung Sudan dalam menjaga integritas dan kehormatan hakim dalam menjalankan fungsi penegakan hukum.

Ekstrimnya, untuk sekedar pergi ke pasar pun para hakim Sudan dilarang karena dianggap akan dapat mengurangi optimalisasi peran penegakan hukum yang dibutuhkan kewibawaan dan terhindar dari kemungkinan adanya intervensi dari pihak manapun.

Sebagai konsekwensi, Mahkamah Agung Sudan diperkenankan secara undang-undang untuk mengelola kegiatan usaha dalam rangka memenuhi segala kebutuhan para hakimnya.

Yang tak kalah menariknya, dalam rangka menjaga marwah pengadilan dan independensi utuh peradilan ialah adanya independensi anggaran lembaga peradilan. Sistem penganggaran yang sepenuhnya ada di MA, bukan berdasarkan belas kasih pemerintah, tapi berdasarkan prosentase anggaran negara yang besarannya ditentukan oleh Komisi Yudisial yang Ketuanya adalah Ketua Mahkamah Agung Sendiri dan dengan anggota para Wakil Ketua Mahkamah Agung dan Menteri Keuangan serta Menteri Kehakiman.

Penandatanganan Perpanjangan MoU dan Kilas Balik Kerjasama Kedua Negara

Secara khusus, melalui kunjungan ini, kerjasama kedua lembaga peradilan telah mengalami babak baru dengan ditandatanganinya perpanjangan Nota Kesepahaman yang berlaku untuk lima tahun kedepan. Bidang-bidang yang tetap dipertahankan adalah pendidikan dan pelatihan termasuk short course, studi banding serta kajian-kajian hukum, pertukaran kunjungan, seminar dan loka karya, pertukaran informasi dalam hal penerapan dan pengembangan hukum, Pelatihan ekonomi syariah dll.

(Pembahasan Overview MoU dan penandatanganan perpanjangan MoU)

Sekedar kilas balik, hal menggembirakan yang perlu dicatat bahwa hubungan antar lembaga peradilan dua negara telah dimulai pada tahun 2007, ketika itu delegasi Mahkamah Agung RI, yang dipimpin oleh Ketua Mahkamah Agung Prof DR Bagir Manan, menghadiri Konferensi World Intellectual Property Organization (WIPO) yang diselenggarakan di Khartoum, yang kemudian disusul pada tahun 2008 dengan studi banding yang dipimpin oleh Wakil Ketua MA RI Bidang Non Yudisial, Ibu Marianna Sutadi, untuk merampungkan penyusunan Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) sebagai acuan hukum terapan para hakim Pengadilan Agama di Indonesia.

Pada tahun 2010, delegasi Mahkamah Agung Sudan berkunjung ke Jakarta dalam rangka melihat secara langsung perkembangan peradilan di tanah air. Dan pada tahun yang sama pula, Mahkamah Agung Sudan memberikan kesempatan kepada 7 orang Hakim Indonesia untuk melakukan observasi dan pengkajian mendalam tentang pengalaman Sudan dalam menangani perkara-perkara ekonomi syariah selama lebih dari dua minggu. Kunjungan Dr. Muhammad Rum Nessa, Sekretaris Mahkamah Agung RI beserta rombongan pada tahun 2011 dan 5 hakim indonesia dari lingkungan peradilan agama, peradilan umum dan peradilan tata usaha negara pada tahun 2014 semakin menunjukkan bahwa kerja sama di bidang hukum dan peradilan ini semakin meningkat.

Tatap Muka Dengan Masyarakat Indonesia di Sudan



(Tatap muka Delegasi MA RI dengan Masyarakat Indonesia di Sudan)

Pada kesempatan kunjungan ke Sudan kali ini, Ketua MA RI juga melakukan pertemuan dan dialog interaktif dengan Masyarakat Indonesia di Sudan yang terdiri dari keluarga besar KBRI Khartoum, Para profesional dan mahasiswa dalam sebuah jamuan makan malam yang diadakan oleh Dubes RI Khartoum di Wisma Duta. Pada pertemuan tersebut, Ketua MA dan Masyarakat Indonesia di Sudan telah melakukan diskusi hangat seputar masalah hukum, peradilan, dan isu-isu terkini di tanah air.

Biro Keuangan MA Selenggarakan IN-HOUSE TRAINING Dalam Rangka Penyusunan Laporan Keuangan Mahkamah Agung RI Berbasis Akrual.

Ditulis oleh Ibal 29 Mei 2015

Biro Keuangan MA Selenggarakan IN-HOUSE TRAINING Dalam Rangka Penyusunan Laporan Keuangan Mahkamah Agung RI Berbasis Akrual.

Gambar Berita Jakarta - Humas, Biro Keuangan Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung bekerjasama dengan Kementerian Keuangan menyelenggarakan In-House Training dalam rangka penyusunan laporang keuangan semester I tahun 2015 berbasis akrual, pada hari Rabu, 27 Mei 2015 diRuang rapat Wiryono, Lt. II gedung Mahkamah Agung RI Jakarta Pusat.

Kegiatan ini bertujuan untuk persiapan pelaksanaan penyusunan laporang keuangan berbasis akrual yang telah di luncurkan oleh Kementerian Keuangan. Dan Mahkamah Agung mendapatkan kehormatan sebagai Duta Akrual dari Kementerian Keuangan.

Pelatihan ini di buka secara resmi tepat pukul 09.00 WIB oleh Kepala Bagian Akuntansi pada Biro Keuangan Badan Urusan Administrasi (BUA) Tjahyono, SH. Dalam sambutan pembukaanya beliau menyatakan bahwa pelatihan ini sangat penting dalam rangka penyusunan laporang keuangan mahkamah agung berbasis akrual dan berpesan kepada seluruh peserta agar dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh dengan materi yang akan diberikan para narasumber/pembicara dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan. Laporan keuangan berbasis akrual ini akan berpengaruh terhadap laporan realisasi anggaran dan opini penilaian keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan terhadap Mahkamah Agung.

Pelatihan ini selama 2 hari dari tanggal 27-28 Mei 2015. Peserta yang mengikuti pelatihan ini merupakan para Pejabat Pemegang Komitmen, Bendahara Pengeluaran yang berada di lingkungan Mahkamah Agung dari masing-masing satker eselon I antara lain Badan Urusan Administrasi, Kepaniteraan, Pengawasan, Balitbang Diklat Kumdil, Dirjen Badilum, Dirjen Badilag dan Dirjen BadilmilTUN dan para staf dan umum keuangan dari 4 lingkungan peradilan tingkat banding dan pertama se DKI Jakarta.

Pembukaan ini di hadiri Kabag Evaluasi dan Pelaporan pada Biro Perencanaan dan Organisasi Dodo Surganda, SH., Mpd, Kabag Perbendaharaan pada Biro Keuangan Ardaning Sandrawati, SH dan Kasubbag Akuntansi 1 A serta para peserta yang hadir dalam pelatihan ini. (ds/humas)

LOKA KARYA PENUTUPAN C4J DIHOTEL PULLMAN KERJA SAMA ANTARA USAID DENGAN MAHKAMAH AGUNG RI.

Ditulis oleh Ibal 29 April 2015

LOKA KARYA PENUTUPAN C4J DIHOTEL PULLMAN KERJA SAMA ANTARA USAID DENGAN MAHKAMAH AGUNG RI.

Gambar Berita Jakarta-Humas, Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Suwardi, SH.,MH Membuka Lokakarya Penutupan Antara MA dengan C4J yang diselenggarakan di Hotel Pullman Jakarta. Peserta Lokakarya Yang dihadiri Para Ketua Kamar, Para Eselon I dan II dilingkungan Mahkamah Agung dan juga Ketua Pengadilan Tinggi di Seluruh Indonesia berlangsung selama 1 hari . Kerja sama yang Telah Berlangsung antara Mahakamah Agung dengan C4J ini sudah menghasilkan beberapa hasil yaitu :
1.Sistem Penelusuran Perkara (SIP)
2.Layanan Informasi Publik dan Bantuan Hukum
3.Pengelolaan Sumber daya Manusia
4.Pembangunan Jalan-Jalan
5.Pendidikan dan Pelatihan

Semua Program ini sudah berjalan dan sesuai dengan cetak Biru Pembaharuan 2010-2035 telah menetapkan 6 arahan Pembaharuan yaitu

1.Arahan Pembaharuan fungsi Penelitian dan pengembangan
2.Arahan Pembaharuan dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM)
3.Arahan Pembaharuan Sistem Pendidikan dan Pelatihan
4.Arahan Pembaharuan dalam pengelola anggaran
5.Arahan pembaharuan Pengelola Aset
6.Arahan pembaharuan Teknologi dan Informasi

Kerja sama ini sesuai dengan Cetak Biru Pembaharuan 2010-2035, yaitu bertujuan untuk mempertajam arah dan langkah Mahkamah Agung dalam mewujudkan badan peradilan yang agung.

Pernak Pernik Diklat di Riyadh: Antara Pop Mie, Bitrul dan Teman Afrika Riyadh | Badilag.net Peserta Diklat Ekonomi Syariah di Riyadh Saudi Arabia angkatan ke III berjumlah 40 orang hakim, terdiri dari 2 orang hakim tinggi, 3 orang ketua Pengadilan Ag

Ditulis oleh Ibal 28 April 2015

Pernak Pernik Diklat di Riyadh: Antara Pop Mie, Bitrul dan Teman Afrika

Riyadh | Badilag.net

Peserta Diklat Ekonomi Syariah di Riyadh Saudi Arabia angkatan ke III berjumlah 40 orang hakim, terdiri dari 2 orang hakim tinggi, 3 orang ketua Pengadilan Agama, 5 orang wakil ketua Pengadilan Agama, 5 orang hakim yustisial MA dan 25 orang hakim tingkat pertama.

Dilihat dari jenjang pendidikan, ada 3 hakim bergelar doktor (S3), 28 Magister (S2) dan 9 strata satu (S1).Bahkan 6 orang diantara peserta tersebut adalah alumni perguruan tinggi luar negeri yang bergengsi di Timur Tengah dan Australia.

Dari segi umur, ada yang sudah kakek-kakek dan ada yang masih muda belia. Peserta paling senior adalah Drs. H. Fajri Hidayat, M.H., Ketua PA Rangkasbitung. Sedangkan anggota termuda adalah H. Arif Budiman, Lc., MA.Hk., hakim PA Putussibau Pontianak yang baru akan menginjak usia 28 tahun pada Oktober nanti.

Di luar jabatan, jenjang pendidikan dan umur, masing-masing peserta memiliki karakter dan kepribadian yang berbeda dan unik. Keunikan karakter dan kepribadian pada masing-masing individu meniscayakan terwujudnya kelebihan dan kekurangannya. Hal tersebut sesuai dengan kaidahlikullli syaiin maaziyah, setiap sesuatu mempunyai kelebihan dari yang lainnya.

Mungkin kita sepakat bahwa karakter merupakan perpaduan potensi alamiah dan internalisasi nilai-nilai secara berkelanjutan dalam jangka panjang. Nilai-nilai khas yang melekat pada seseorang dan telah menjadi miliknya sehingga membedakan dari individu lainya biasanya disebut kepribadian. Disebut kepribadian, karena sudah mempribadi atau menjadi milik pribadi.

Dari sudut pandang ini kita bisa membayangkan bahwa 40 orang hakim tentu akan melahirkan 40 keunikan. Hanya persoalannya ada keunikan rata-rata dan ada yang di atas rata-rata. Barangkali sekelumit catatan ini dapat menggambarkan karakter dan kepribadian yang sedikit di atas rata-rata.

Kehidupan dalam kelompok kecil tak ayal akan saling mencadrakan satu dengan yang lainnya sehingga hal-hal kecil akan terlihat, bahkan akan menjadi branding. Pada angkatan ke III ini ada beberapa istilah yang tengah menjadi trending topic.Sebut saja misalnya waadhih, alaisa kadzalik, bitrul, popmei, nikah misyar dan lain-lain. Istilah-istilah tersebut tentu terkait dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi, yang mungkin lucu, menyebalkan, unik dan sebagainya.

Peristiwa unik sekaligus menghadirkan kekaguman bagi saya adalah apa yang dilakukan oleh teman satu kamar saya, yaitu Drs. H. Toha Mansyur, S.H., M.H., Wakil Ketua PA Semarang.

Dilihat dari umur ia tidak muda lagi, namun spiritnya tidak kalah dengan hakim muda lainnya. Semangatnya tergambar dari target yang ingin diraih setelah mengikuti diklat ekonomi syariah ini.

”Setelah pulang dari diklat ini kemampuan bahasa Arab kita harus meningkat.Pemahaman kita terhadap ekonomi syariah harus lebih mantap,” ujar ia kepada saya dengan setengah menasehati.

Maka tidak heran jika yang ia bawa dari tanah air adalah buku-buku tentang ekonomi syariah dan kamus bahasa Arab yang tebal-tebal.Berbeda dengan saya yang hanya membawa sebuah buku kecil percakapan bahasa Arab hadiah dari jamaah haji.

Yang paling fenomenal dari semangatnya adalah mencari teman baru di sela-sela kegiatan resmi daurah. Setiap ada kesempatan ia manfaatkan untuk mencari kenalan baru dari para mahasiswa penghuni kampus ini, bahkan sampai polisi yang menjaga pos keamanan.

Begitu semangatnya, saya istilahkan tidak sekedar mencarai teman, tapi memburu teman baru. Bagaimana tidak,sehari ia targetkan minimal dapat lima teman baru dan semuanya tercatat dengan rapi dalam buka saku yang selalu dibawanya kemanapun ia pergi.

Dengan rapi ia catat nama lengkap, asal negara, nomor telepon, email, nomor gedung asrama, kamar, tingkat pendidikan, bahkan rekaman hasil percakapan ia dalam bahasa Arab dengan teman barunya juga ada.

Tujuan utama ia mencari teman baru tidak lain adalah untuk menguji dan meningkatkan kemampuan bahasa Arabnya.

”Kalau kita ingin menambah kemampuan bahasa Arab, harus berani bicara dan sekaranglah kesempatan terbaik bagi kita,”ucapnya seperti berusaha meyakinkan saya.

Ia merasa kagum kemampuan bahasa Arab para mahasiswa non Arab, khususnya orang kulit hitam dari Afrika. ” Selama ini banyak diantara kita salah sangka.Menganggap orang kulit hitam itu bodoh dan terbelakang.Ternyata banyak yang hebat, fasih berbahasa Arab dan banyak pula yang hafal al Qur’an 30 Juz,” ungkapnya lagi.

Kemudian saya timpali dengan setengah membantah. ”Ya tentu saja, wong yang sampean ajak kenalan itu para kaum terpelajar dan calon doktor kok.

Sampai tulisan ini dibuat, teman baru Pak Toha sudah sekitar 30 orang dari negara dan etnis yang berbeda.Ada Arab Saudi, Yaman, Bahrain, Somalia, Negeria, Kongo, Rusia, Azarbaijan, Jerman, Cina, Korea, dan lainnya.

Suatu hari, ia pernah meminta pendapat saya.“Apakah kebiasaan yang saya lakukan itu membuat tidak nyaman teman-teman hakim lain? Kok katanya ada orang hitam mencari saya dan perlu dicurigai?” tanyanya penasaran.

Saya sampaikan padanya bahwa setiap perjuangan tak lepas dari rintangan. Terus maju dan maju. Bravo Hakim Toha Mansur!

Loading feeds...

Created by SopanTech Solutions

Other Menu

Tautan Eksternal

Tautan Aplikasi

 alt



Informasi Perkara


alt


sms_icon

Mahkamah Agung R.I.

 alt


alt


badilum


eeesyariah


dilmiltun


header


litbangkumdil


portal-rakernas-mari

Link Terkait

 IKON KHES


e-doc-new


justice


legislasi


hasil_rakernas


legalitas org

Terjemah Bahasa

Ketua dan Wakil Ketua

Vinaora Nivo Slider

Hakim-Hakim

Vinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo Slider

Struktural dan Fungsional

Vinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo Slider

.: J A M :.

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda tentang Pelayanan pada Kantor kami

 

 

 

 


  Hasil

Video Peradilan

Who's Online

Ada 16 tamu online

OnClick Update SIADPA

 

Download Update Aplikasi
SIADPTA PLUS  & SIADPA PLUS
Untuk Aplikasi Online dapat melalui SIADPA Web Online

Jam Pelayanan

Senin - Kamis   : Pukul 08.00 - 16.30
Jum'at   : Pukul 08.00 - 17.00
Jadwal Sidang
Senin - kamis   : Pukul 09.00 - Selesai